ANDRIW

Foto saya
Metro-Jogja-Solo-Jakarta, Indonesia
* S3 Pendidikan Bahasa - Universitas Negeri Jakarta * S2 Pendidikan Bahasa Indonesia - Universitas Sebelas Maret Surakarta. * S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Universitas Negeri Yogyakarta, * SMAN 2 Metro * SMP Kartikatama Metro * SDN 5 Metro Selatan
(HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG.BAGI YANG MENGUTIP HARAP MENCANTUMKAN NAMA PENULIS)

Senin, 28 Maret 2011

Model Pembelajaran Menulis Drama dengan 1. Pendekatan Kontekstual Pemodelan

Pendekatan Kontekstual Pemodelan


Maksud komponen pemodelan dalam pembelajaran adalah dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu ada model yang ditiru. Dengan demikian, guru memberi model tentang ‘bagaimana cara belajar’ (Depdiknas 2002: 16).
Pemodelan adalah teknik menyampaikan pembelajaran melalui contoh-contoh teks drama, rekaman pementasan drama atau menyaksikan pementasan drama secara langsung. Sebagai contoh, berikut disajikan proses pembelajaran menulis kreatif drama menggunakan model berupa teks drama. Di sini siswa diperlihatkan contoh teks drama sehingga siswa dapat melihat secara langsung bentuk teks drama. Setelah itu siswa diminta untuk berlatih membuat teks drama.
a.       Perencanan
Guru menyusun rencana pembelajaran yag berisi 1) judul, yang meliputi jenis mata pelajaran, jenjang pendidikan, tema, kelas, semester, alokasi waktu, 2) skenario pembelajaran, meliputi kegiatan, pendahuluan, kegiatan inti, penutup, 3) alat dan bahan 4) strategi pembelajaran, 5) sarana dan sumber belajar 6) metode.

b.      Tindakan
Langkah awal tahap ini adalah guru mengadakan kegiatan apersepsi singkat dengan menceritakan yang berhubungan dengan drama, bertanya jawab dan menyampaikan tujuan pembelajaran serta memberitahukan kompetensi yang harus dicapai siswa. Kegiatan selanjutnya guru memberikan materi tentang unsur-unsur drama. Kemudian guru meminta siswa untuk membentuk kelompok kecil.
Setelah itu guru membagikan teks drama kepada tiap-tiap kelompok. Selanjutnya, siswa diminta untuk mendiskusikan isi drama tersebut. Langkah selanjutnya guru meminta siswa untuk mendiskusikan tema yang akan ditulis oleh anggota kelompok. Setelah itu guru menugasi tiap-tiap anggota kelompok untuk menulis sebuah teks drama sesuai dengan tema yang sudah didiskusikan secara individu. Bagian-bagian yang masih sulit dipahami oleh siswa menjadi perhatian peneliti untuk ditindaklanjuti.
Guru lebih memfokuskan pada masalah penokohan dan konflik dan guru menugasi siswa untuk meyusun teks drama dengan memperhatikan kesalahan yang pernah dilakukan siswa sebelumnya. Sebelum pembelajaran berakhir guru memberitahukan manfaat yang diperoleh dari kegiatan menuli teks drama kepada siswa.

c.       Observasi
Perilaku siswa diamati  selama proses pembelajaran berlangsung, yaitu mengamati sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis teks drama, keaktifan siswa dalam bertanya dan menanggapi pendapat teman serta keseriusan dalam mengikuti pembelajaran menulis teks drama dari awal sampai akhir.

d.      Refleksi
Hasil pengamatan dianalisis dengan berdasarkan hasil menulis teks drama dan perilaku belajar siswa selama mengikuti proses kegiatan menulis teks drama. Siswa aktif berinteraksi antara guru dengan siswa atau siswa dengan siswa dan kemampuan intelektual siswa dalam memahami teks drama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar