ANDRIW

Foto saya
Metro-Jogja-Solo-Jakarta, Indonesia
* S3 Pendidikan Bahasa - Universitas Negeri Jakarta * S2 Pendidikan Bahasa Indonesia - Universitas Sebelas Maret Surakarta. * S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Universitas Negeri Yogyakarta, * SMAN 2 Metro * SMP Kartikatama Metro * SDN 5 Metro Selatan
(HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG.BAGI YANG MENGUTIP HARAP MENCANTUMKAN NAMA PENULIS)

Senin, 28 Maret 2011

Model Pembelajaran Menulis Naskah Drama - Pembelajaran Kreatif dan Produktif


Orientasi dan Eksplorasi
       Garis besar tugas dan penilaian
       Cari, baca, bacakan, dengarkan, saksikan.
a.       Kegiatan ini diawali dengan pemberian tugas kepada mahasiswa untuk mencari dan membaca dongeng atau cerita rakyat dari daerah masing-masing yang dilakukan secara individual. Pencarian tidak terbatas pada dongeng yang sudah dibukukan, tetapi juga meliputi dongeng yang beredar dari mulut ke mulut. Untuk dongeng yang beredar dari mulut ke mulut, mahasiswa dapat merekam dongeng tersebut. Tugas diberikan seminggu sebelum pertemuan tatap muka yang membahas cerita rakyat. Cerita rakyat yang sudah dibaca atau didengarkan dibawa ke kelas pada pertemuan berikutnya. Setelah membaca, setiap mahasiswa diminta mencari ungkapan klise yang terdapat dalam dongeng tersebut.
b.      Pertemuan tatap muka pertama diawali dengan pengantar singkat dari dosen tentang pentingnya dongeng bagi pembentukan moral anak-anak, kemudian diikuti oleh kegiatan berbagi pengalaman mencari dongeng secara klasikal, dan akhirnya mahasiswa bekerja dalam kelompok, berbagi hasil pencarian dongeng/cerita rakyat, membacakan dongeng kepada kelompok atau mendongeng langsung untuk dongeng yang belum dibukukan, serta memilih salah satu dongeng yang akan ditampilkan di kelas.

Interpretasi
       Bahas, hayati karakter, gali tema dan nilai
a.       Secara individual, kegiatan ini dilakukan di luar kegiatan tatap muka dengan membaca dan menafsirkan pesan moral yang terdapat dalam dongeng yang dibaca atau didengar (bagi dongeng yang belum dibukukan).
b.      Kegiatan berupa pertemuan tatap muka berlangsung secara kelompok dan klasikal. Dalam kegiatan kelompok mahasiswa bertanya jawab tentang isi dongeng yang sudah dipilih oleh kelompok, menemukan ungkapan klasik, serta menyimpulkan pesan moral dari dongeng yang dibahas. Benda-benda yang terkait dengan dongeng, baik yang berupa benda sesungguhnya atau gambar dapat disiapkan untuk ditampilkan pada kegiatan klasikal.
c.       Kegiatan kelompok dilanjutkan dengan kegiatan klasikal, yaitu tiap wakil kelompok membacakan dongeng yang dipilih, menyampaikan ungkapan klasik serta pesan moral dalam dongeng tersebut, disertai dengan penampilan benda-benda yang terkait dengan dongeng tersebut. Mahasiswa lain dapat menanggapi presentasi dari setiap kelompok.

Re-kreasi
       Gubah dalam bentuk drama, tampilkan
a.       Kegitan tatap muka pada tahap interpretasi diakhiri dengan memberi tugas merekreasikan dongeng atau bagian dongeng yang dibaca atau didengar menjadi bentuk lain seperti: puisi, drama, gambar seri atau komik. Tugas dikerjakan secara individual di luar kelas dan akan ditampilkan dalam kegiatan tatap muka minggu berikutnya.
Pertemuan tatap muka diawali dengan kegiatan kelompok untuk berbagi hasil re-kreasi, memilih re-kreasi yang paling menarik untuk ditampilkan di kelas kemudian memajang seluruh hasil re-kreasi di dinding kelas.

2 komentar:

  1. terima kasihhh...
    ini sangad membantu saya :)
    semoga makin sukses doa saya untuk anda :)

    BalasHapus