ANDRIW

Foto saya
Metro-Jogja-Solo-Jakarta, Indonesia
* S3 Pendidikan Bahasa - Universitas Negeri Jakarta * S2 Pendidikan Bahasa Indonesia - Universitas Sebelas Maret Surakarta. * S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Universitas Negeri Yogyakarta, * SMAN 2 Metro * SMP Kartikatama Metro * SDN 5 Metro Selatan
(HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG.BAGI YANG MENGUTIP HARAP MENCANTUMKAN NAMA PENULIS)

Senin, 28 Maret 2011

Model Pembelajaran Menulis Cerpen - Quantum Writing


1.      Pembelajaran Quantum Writing
Quantum adalah bagian dari energi yang tidak dapat dipecahkan lagi sehingga dapat mengubah energi itu menjadi pancaran cahaya. Teknik Quantum adalah pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar, alamiah dengan secara sengaja menggunakan musik, mewarnai lingkungan sekeliling, menyusun bahan pengajaran yang sesuai.
Teknik Quantum mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Merancang kurikulum, menyampaikan isi dan memudahkan proses belajar. Asas yang digunakan adalah bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarlah dunia kita ke dunia mereka. Konsep dasar yang diungkapkan di atas dapat diterapkan dalam proses belajar menulis cerpen, sesuai dengan kiat-kiat untuk Quantum Learning diantaranya “Anggaplah menulis cerpen sebagai kreativitas yang menyenangkan”. Hal ini berarti dimana setiap pribadi mempunyai bakat yang unik dan ingat Bahwa anda mempunyai banyak cara untuk mengatasi hambatan menulis cerpen dan kemampuan menulis cerpen secara kreatif.
Tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran Quantum Writing menurut (Harwono, 2003) adalah :
1.      Memunculkan sisi-sisi unik yang dimilikinya dan kemudian perlahan-lahan dapat dikenalinya secara utuh.
2.      Diharapkan dapat memberikan kebaruan tentang menulis cerpen.
3.      Memunculkan penulis agar dirinya siap dan berani untuk menulis cerpen.
4.      Untuk memperkaya mental seorang penulis.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran Quantum Writing adalah untuk memunculkan potensi menulis cerpen khususnya pada anak punya keberanian dan kesiapan mental untuk menulis cerpen serta anak mempunyai kebaruan tentang menulis cerpen.
Tahap-tahap yang perlu ditentukan sebagai langkah ke proses penulisan seutuhnya adalah :
1. Persiapan
Pengelompokan (clustering) menentukan kalimat memberitahukan untuk dikembangkan menjadi paragrap pada tahap ini hanya membangun suatu fondasi untuk topic yang berdasarkan pada pengetahuan, gagasan dan pengalaman.
2. Draft Kasar
Pada tahap ini mulai menekuni dan mengembangkan gasan-gagasan. Pusatkan dulu pada isi sebelum melangkah ke tata bahasa atau ejaan. Pada tahap ini mulai menerapkan kalimat memberitahukan menjadi kalimat menunjukan/memperagakan.
3. Berbagi
Bagian proses ini sebagai penulis kita merasa sangat dekat dengan tulisan kita sehingga sulit bagi kita untuk menilai secara objektif. Untuk mengambil jarak dengan tulisan maka perlu meminta orang lain dan memberi umpan balik.
4. Memperbaiki (Revisi)
Pada tahap ini setelah mendapat umpan balik tentang tulisan mana yang baik dan mana yang perlu digarap lagi. Memanfaatkan umpan balik yang dapat memperbaiki hasil tulisan kita.
5. Penyuntingan
Pada tahap ini perbaikilah semua kesalahan ejaan, tata bahasa dan tanda baca.
6. Penulisan Kembali
Pada tahap ini tulis kembali dan masukan isi yang baru dan perubahan penyuntingan.
7. Evaluasi
Pada tahap ini, penulis memeriksa semua tulisannya dan memperbaiki semua tulisan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar