ANDRIW

Foto saya
Metro-Jogja-Solo-Jakarta, Indonesia
* S3 Pendidikan Bahasa - Universitas Negeri Jakarta * S2 Pendidikan Bahasa Indonesia - Universitas Sebelas Maret Surakarta. * S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Universitas Negeri Yogyakarta, * SMAN 2 Metro * SMP Kartikatama Metro * SDN 5 Metro Selatan
(HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG.BAGI YANG MENGUTIP HARAP MENCANTUMKAN NAMA PENULIS)

Senin, 28 Februari 2011

Metode Menulis Puisi dengan Musikalisasi



Situmorang (1983:9) mengemukakan bahwa unsur musik pada puisi terlihat oleh adanya komposisi irama yang tertulis atau lisan, irama pada berulang kembalinya tekanan atau stress pada baris-baris kalimat tinggi rendahnya suara, panjang pendek suara, irama membuat indah penuh imajinasi. Aminudin (1987:137) menambahkan, irama dalam puisi merupakan paduan bunyi yang menimbulkan unsur musikalitas, baik berupa alunan keras lunak, tinggi rendah, panjang pendek dan kuat lemah yang keseluruhannya mampu menumbuhkan kemerduan, kesan dan makna tertentu. Peranan bunyi untuk menciptakan nilai keindahan lewat unsur musikalitas atau kemerduan.
Bentuk dasar musik vokal terdapat pertalian antara kata dan nada. Musik vokal (lirik yanag dinyanyikan) merupakan puisi yang dilantunkan melalui nada-nada. Unsur lirik termasuk dalam wilayah bahasa yang erat kaitannya dengan puisi (Pasaribu, 1986: 38). Musikalisasi adalah pengubahan puisi sebagai teks menjadi puisi sebagai musik atau pemusikan puisi. Musikalisasi puisi merupakan sebuah media ekspresi baru yang didasari oleh suatu interpretasi terhadap puisi, seperti halnya deklamasi dan dramatisasi puisi (Sadewa, 2006).
Kegiatan dimulai dengan penyusunan rencana tindakan pembelajaran menulis puisi dengan metode musikalisasi ,dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan, pengamatan atau observasi dan terakhir adalah refleksi (Andriw, 2009: 25-29)
1) Perencanaan
Tindakan yang dilakukan oleh guru membuat rencana pembelajaran, media, dan alat evaluasi serta menjelaskan tugas atau evaluasi yang dikerjakan oleh siswa. Pada dasarnya, siswa masih merasa asing dengan bentuk evaluasi menulis puisi dengan basic musikalisasi puisi ini.

2) Implementasi Tindakan
Tindakan yang dilakukan adalah mengajar sekilas tentang teori puisi secara umum. Pada tahap menulis puisi, siswa diminta untuk mengekspresikan ide-ide yang mereka dapatkan berdasarkan pengalaman dan imajinasi mereka melalui tulisan puisi.   
Guru mengambil petikan syair dari musikalisasi puisi/lagu. Siswa diminta untuk melengkapi setiap bait musikalisasi puisi tersebut berdasarkan ide dan imajinasi siswa sendiri. Kegiatan ini bertujuan merangsang siswa untuk lebih giat lagi menggali kemampuan siswa dalam meningkatkan kualitas tulisan puisi mereka.
Tahap selanjutnya adalah mendengarkan contoh musikalisasi puisi. Siswa diminta untuk mendengarkan contoh musikalisasi puisi dalam media audio (CD audio). Siswa diminta untuk menyimak serta menikmati setiap contoh musikalisasi puisi yang disajikan.
Guru membagikan lirik lagu-lagu tersebut untuk disimak oleh para siswa. Lirik-lirik lagu tersebut dibagikan dengan maksud agar siswa dapat mempelajari nilai estetis tulisan puisi yang secara tidak langsung terdapat di lirik musikalisasi puisi. Hal ini digunakan untuk merangsang daya imajinasi dalam mengembangkan kosakata yang akan mereka tuangkan dalam puisi.
Pada tahap ini, waktu lebih difokuskan pada pengembangan ide-ide dengan memperhatikan pada aspek-aspek teknis menulis puisi seperti bentuk (isi, kata konkret, majas, versifikasi, tipografi, dan sarana retorika) serta isi (tema, rasa, nada, amanat). Guru membantu siswa dan memotivasi siswa agar terus berlatih menulis terutama menulis puisi yang mempunyai nilai estetik yang tinggi.
Penyajian musikalisasi puisi secara langsung di kelas bertujuan untuk lebih mengenalkan bentuk-bentuk apresiasi sastra khususnya puisi secara langsung atau live. Diharapkan dengan tindakan ini, siswa lebih tertarik untuk menulis puisi dan sekaligus mengapresiasinya.
Siswa diberi tugas menulis puisi berdasarkan materi, media, dan pengalaman yang telah didapat. Setelah itu, siswa diminta untuk praktik musikalisasi puisi berdasarkan puisi hasil karya secara berkelompok di kelas. Tiap kelompok terdiri dari 5-10 siswa. Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengapresiasikan setiap penampilan dari kelompok masing-masing.

3) Observasi
Pengamatan yang dilakukan disini adalah pengamatan yang dilakukan terhadap kegiatan siswa selama penelitian berlangsung dalam pembelajaran menulis puisi.

4) Refleksi
Pada kegiatan refleksi, dikaji hasil puisi dan perilaku siswa. Hasil refleksi yang ditemukan nantinya dimanfaatkan untuk mencari cara termudah dalam menulis puisi.

1 komentar:

  1. Perkenalkan nama saya Hilery, saya ingin bertanya bagaiman cara mudah atau yang lebih spesifik bagi seorang siswa yang ingin mengembangkan kemampuan menulis puisinya dengan metode MUSIKALISASI. Mohon sekiranya dibantu jawab, terima kasih.

    BalasHapus